LGBT Dilegalkan di Indonesia? Part I
Ini berawal
ketika saya SMA mengikuti perlombaan debat, jadi pada saat itu pihak panitia
memberikan sedikit bocoran tentang mosi yang akan diperdebatkan, salah satunya
adalah “LGBT dilegalkan di Indonesia”. Mulai lah saya dan partner membicarakan
soal ini apabila kami mendapatkan bagian Pro. Tapi pada saat itu kami hanya
membahas sekilas, dan beberapa bulan ini saya mencari tau lebih dalam tentang
LGBT.
Sebenarnya
penyebab dan penyembuhan LGBT masih simpang siur. Ada yang mengatakan tidak
disebabkan oleh gen dan ada juga yang menyatakan seperti itu, dalam dunia
psikolog, LGBT tidak benar-benar dapat disembuhkan, tapi ada beberapa cerita
dari mantan gay yang berhasil sembuh. Saya sendiri kalau ditanya tentang ini,
tentu saya tidak setuju, sudah jelas LGBT adalah haram dan saya tidak punya
pembelaan terhadap judul ini. TAPI
Ada beberapa
factor yang menyebabkan manusia mengalami LGBT. Salah satunya adalah Gen ( kromosom xq28 yang disebut sebagai penyebab Gay),
pergaulan yang salah, pikiran mesum yang menguasai otak, trauma, dll. Apapun
itu faktronya, LGBT merupakan suatu kelainan atau penyakit,
meskipun beberapa mengatakan bahwa LGBT bukan kelainan atau penyakit, tapi
mereka memang lain dari manusia normal.
Contohnya adalah waria, salah satu yang menyebabkan
pria mengalami hal itu adalah gen. Dalam dunia kesehatan, pada umumnya seorang
laki-laki normal memiliki kromosom XY ( X untuk wanita, Y untuk pria), tetapi
pada waria, ketika mereka masih berupa janin, mereka mengalami kelebihan
kromosom X, dari yang normal XY menjadi abnormal XXY. Itulah kenapa waria
fisiknya pria tapi mentalnya wanita, sampai
akhirnya mereka melakukan transgender. Ini berdasarkan pengetahuan yang saya
dapat ketika duduk di bangku SMA.
Nah, mereka
(waira, transgender,dll) jika bisa request sama Tuhan, mungkin mereka pengen
terlahir kembali ke dunia dengan keadaan yang sempurna tanpa ada kelainan.
Siapa sih manusia yang mau terlahir menjadi dikucilkan, dihina, diabaikan, dan diasingkan?
Sebut saja Dinda Syarif, transgender yang mengaku terang-terangan bahwa dirinya
adalah pria, dan dia mengaku juga tidak ingin menjadi sosok yang seperti itu.
Apakah kita sanggup menyalahkan Tuhan yang telah memberikan penyakit itu?
Saya akan
bahas lebih lanjut di part II.

0 komentar