PERADABAN YANG DIBUNGKUS PLASTIK
Menurut
Wikipedia, umur bumi sudah menyentuh angka 4,543 miliar tahun. Itu artinya,
bukan waktu yang muda lagi untuk planet ini. Dengan segala peristiwa yang telah
terjadi seperti bencana alam, polusi, dan global
warming, seakan-akan itu semakin memperburuk keadaan bumi.
Salah satu masalah serius
yang sedang dialami bumi adalah polusi plastik. Ya, hanya sesimple plastik,
tapi bahayanya sangat berdampak besar untuk bumi. Seorang ilmuwan ternama dari Inggris, Stephen
Hawking menyebutkan bahwa bumi hanya dapat dihuni selama 100 tahun kedepan. Kalau
seperti ini, apakah kamu berpikir masih lama?
Pada tahun 2015, dunia telah menghasilkan
7,8 miliar ton plastik, dan Indoneisa menduduki urutan kedua penyumbang sampah
plastik terbesar, yaitu 187,2 juta
ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Dari sampah-sampah tersebut, terdapat beberapa
jenis sampah plastik yang ditemukan, yaitu botol plastik, tutup botol, bungkusan
makanan, kantong plastik, sedotan plastik, strofoam, dan jenis plastik
lainnya.
Lalu, dibawa kemana kah sampah-sampah tersebut?
Tahun 2012, beberapa studi
dilaksanakan untuk meneliti hal ini. Hasilnya adalah bahwa sebanyak 7%
sampah-sampah yang diproduksi ini ditindaklanjuti tanpa dikelola, 5% dibakar,
7% dikompos dan didaur ulang, 10% dikubur, dan yang paling besar adalah 69%
ditimbun di TPA atau Tempat Pembuangan Akhir. Ya, ditimbun dulu, ditimbun lagi,
ditimbun terus.
Mengapa plastik berbahaya?
·
Lama Terurai
Kantong plastik dan
jenis plastik lainnya sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang
panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan
terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian, bahkan beberapa jenis plastik
tidak bisa terurai.
Berikut adalah contoh
sampah plastik dari era 90-an hingga sekarang yang belum terurai:
Kurang dari 1%
kantong plastik yang diproduksi didaur ulang kembali, dan memerlukan biaya
lebih tinggi untuk mendaur ulang dibandingkan dengan memproduksi yang baru. Kantong plastik memuai seiring waktu dan
mulai pecah menjadi bagian-bagian terkecil yang beracun atau dikenal dengan
mikroplastik, yang pada akhirnya mengkontaminasi tanah dan air.
·
Merusak keberagaman hayati
100.000 makhluk laut setahun mati dari belitan
plastik. Beberapa
sepesies lainnya mati karena memakan kantong plastik yang mereka kira adalah
makanan.
· Bahaya Mikroplastik
Mikroplastik
adalah partikel yang berukuran 1 mm yang dihasilkan dari sampah plastik yang
terdegradasi menjadi ukuran lebih kecil. Saking kecilnya, mikroplastik
ditemukan di perut berbagai organisme laut dari plankton hingga paus.
Secara tidak langsung, kita juga
“mengonsumsi” mikroplastik melalui seafood yang kita makan
mengandung mikroplastik, dan apabila hal itu terjadi dalam dalam jangka lama,
itu akan mengganggu berbagai keseimbangan dalam tubuh.
Apa yang bisa kita lakukan?
Hal yang paling
simple yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa tas ramah lingkungan
sendiri. Kebayang kan jika anda ke mini market hanya membeli sebuah roti kecil
dan anda diberi kantong plastik, lalu anda pergi ke mini market yang lain hanya
memberi sebotol minuman dan diberi plastik lagi?
Beberapa Negara telah mengurangi penggunaan
kantong plastik, seperti Irlandia
menjadi pionir di Eropa dengan mengenakan pajak pada kantong plastik dan
mengurangi konsumsi hampir 90%, Singapore, Canada, India barat, Kenya, Afrika
Selatan, dan Taiwan, juga melarang atau menuju proses pelarangan. Mengurangi plastik akan mengurangi
ketergantungan kita terhadap minyak bumi pula, karena kantong plastik terbuat
dari polyethylene atau sejenis termoplastik turunan produk dari minyak
bumi .
Saya sendiri telah melakukan tips
ini sejak setahun belakangan. Jika satu orang bisa melakukan tips ini, kita bisa menggantikan 6 kantong plastik setiap minggu, yang
berarti 24 kantong perbulan, 288 kantong pertahun, dengan total 22.176 kantong
dalam rata-rata hidup manusia.
Sekarang, polusi
plastik bukan hal yang remeh lagi untuk bumi. Sudah saatnya kita bangun dari
pura-pura ketidaktahuan akan lingkungan, sudah saatnya kita sadar bahwa hewan
di laut maupun di darat juga ingin
merasakan hidup bahagia di bumi. Berapapun
umur bumi yang tersisa, sudah menjadi kewajiban manusia untuk menjagnya. Mulailah
dari hal kecil seperti mengurangi pemakaian plastik.
Sadarilah bahwa kita tidak bisa
terlepas dari alam, karna kita adalah bagian dari alam itu sendiri. Merusak
alam, sama artinya menghianati diri sendiri. Hal kecil apapun yang kamu lakukan
untuk bumi, itu akan sangat berarti
untuk masa depan bumi, karna bumi adalah satu-satunya “rumah” yang kita miliki.
Sebab kalau kita tidak bekerja sama menyelamatkan lingkungan, kita semua akan sama,
p u n a h.
Masa depan bumi ada di tangan ku,
kamu, dan kita semua. This is my fire, what is your fire? Love, Queen Bee.
Referensi:










1 komentar
So sad looking at those poor animal :'( i can't imagine. Later on. Soon. our earth get more damage with those plastics. So dangerous ðŸ˜
BalasHapusNice write ,i like it ✨