SURAT KECIL UNTUK HOOMAN
“Dear hooman, aku gak pernah minta ke Tuhan terlahir sebagai seekor binatang, aku juga gak pernah minta ke Tuhan terlahir sebagai kucing kampung, tapi ini takdir ku, juga takdir mu terlahir sebagai manusia.
Aku tidak meminta makanan mu, aku cuma minta sisa makanan mu. Kalau aku bisa cari makanan sendiri, aku tidak akan mengemis sama manusia. Aku tidak berniat bertamu ke rumah mu, kalau aku bisa cari uang sendiri, aku akan membangun rumah dan tidak perlu numpang berteduh di teras rumah mu. Aku juga tidak bermaksud lantang, jika aku bisa berbicara, aku akan mengemis dengan kalimat yang sopan, bukan meong-meong gak jelas. Dan, aku juga tidak bermaksud membuat mu merasa jijik dengan penampilan ku, jika aku bisa pergi sendiri ke salon hewan, aku akan melakukannya. Tapi aku hanya seekor kucing kampung.
Pahamilah, aku juga makhluk hidup, sama seperti mu. Kita sama-sama bernapas, mempunyai perasaan, menghirup udara yang sama, dan berjalan di bumi yang sama. Bagaimana bisa kau menganggap ku 'sampah' sementara kita tercipta dari Tuhan yang sama? Tidak bisa kah kau sedikit lebih lembut kepada ku?
Maaf aku sedikit kasar karna telah mencuri ikan mu, itu semua ku lakukan karna aku butuh makanan agar susu ku terjaga untuk anak ku yangbaru lahir dan untuk anak ku yang mulai beranjak dewasa. Hal yang menyakitkan bagi seorang ibu jika melihat anaknya mati kelaparan.
Maaf juga aku tidak bisa memberi mu apapun sebagai tanda terima kasih karna kau telah memberikan makanan mu dengan cuma-cuma, bahkan kau membeli makanan di pet shop khusus untuk ku. Tapi percayalah, aku berdo’a kepada Tuhan agar kau senantiasa sehat, diberikan rezeki yang lancar, dan kemudahan hidup. Maaf aku hanya membrikan mu sebuah do’a. Hanya itu yang bisa ku lakukan dengan takdir ku sebagai kucing kampung. Aku mewakili semua kucing kampung dan yang terlantar mengucapkan: maaf hooman.
Sekarang, aku sudah bertemu dengan Tuhan. Disini aku tidak perlu berebut makanan dengan kucing lain, dan aku tidak perlu merasakan sakit dari tendangan kaki mu yang besar, siraman air panas, atau pukulan dari benda yang keras untuk mendapatkan makanan, semuanya tersedia. Tapi, anak ku harus berjuang, perjalanan dia masih panjang. Aku memohon kepada mu hooman, jangan perlakukan dia seperti kau memperlakukan aku, dia masih kucing kampung kecil yang gak tau apa-apa, jika kau tidak mau memberi makanan, setidaknya jangan kau sakiti dia.
Oya, Tuhan bilang, aku bisa menjadi pintu surga untuk mu. Sekarang aku bersyukur terlahir sebagai kucing kampung. Ya gapapa, aku hanya bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup ku. Udah dulu ya, aku mau makan ikan kesukaan ku. Sekali lagi aku ucapkan, maaf dan terimakasih. “
Love,
Kocheng.
No matter how rich, talented, or intelligent you are… how you treat animals tells me all I need to know about you. – Anon.
Each and every animal on earth has as much right to be here as you and me. – Anthony Douglas Williams.
If a man aspires towards a righteous life, his first act of abstinence is from injury to animals. – Albert Einstein.
Don’t treat animals as animals. Treat them as living beings. That’s what they are.- Anthony Douglas Williams.
The kindness one does for an animal may not change the world. But, IT WILL change the world for that one animal. The least I can do is speak out for those who cannot speak for themselves – Queen Bee.

0 komentar